Tanaman Kecombrang dan Manfaatnya
Tanaman Kecombrang dan Manfaatnya

Tanaman Kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera elatior) masih digolongkan sebagai tanaman liar yang dapat tumbuh di sembarang tempat, baik dataran rendahmaupun dataran tinggi, terutama di daerah pegunungan.

Kecombrang merupakan tumbuhan tahunan yang berbentuk terna dimana bunga, buah, serta bijinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. 

Tanaman Kecombran yang masih satu famili dengan jahe ini mudah ditanam dan punya bunga cukup indah dan enak disayur, bahkan berkasiat sebagai penghilang bau badan.

Tanaman kecombrang cukup menarik, bunganya yang majemuk berbentuk bonggol muncul dari batang yang berada dalam tanah. Mahkota bunga bertajuk. Warna bunganya yang merah jambu cukup indah bila dimanfaatkan sebagai bunga potong. Ini pula yang jadi penarik orang untuk memanfaatkannya sebagai tanaman penghias taman (Trubus 228, 1988).

panen Buah Kecombang/Honje/Patikala
Panen buah Kecombang/Honje/Patikala. Foto: Accam Chemis

Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, Tanaman Kecombrang dikenal dengan nama yang beraneka di beberapa daerah, misalnya kincung (Medan), kincuang dan sambuang (Minangkabau) serta siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya daalaa. Di Bali disebut kecicang sedangkan batang mudanya disebut bongkot dan keduanya bisa dipakai sambal (sambel matah).

Manfaat Tanaman Kecombrang

Tanaman Kecombrang atau bunga honje terutama diolah untuk dijadikan bahan campuran atau bumbu penyedap berbagai macam masakan di Nusantara. Kuntum Kocombrang sering dijadikan lalap atau direbus lalu dimakan bersama sambal di Jawa Barat. Kecombrang yang dikukus juga kerap dijadikan bagian dari pecel di daerah Banyumas.

 

buah kecombrang
buah kecombrang

Sementara itu di Pekalongan, kecombrang yang diiris halus digunakan sebagai campuran pembuatan megana, sejenis urap berbahan dasar nangka muda. Di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, kecombrang menjadi unsur penting dalam masakan laksa.

Di Tanah Karo, buah honje muda disebut asam cekala. Kuncup bunga serta “polong”nya menjadi bagian pokok dari sayur asam Karo; juga menjadi peredam bau amis sewaktu memasak ikan. Masakan Batak populer, arsik ikan mas, juga menggunakan asam cekala ini. Di Palabuhanratu, buah dan bagian dalam pucuk honje sering digunakan sebagai campuran sambal untuk menikmati ikan laut bakar.

Baca Juga: RAHASIA 10 Manfaat Kecombrang untuk Kesehatan

Di Sulawesi Selatan, tanaman dan buah honje disebut sebagai “Patikala” sebagai bumbu masakan untuk ikan kuah kuning atau Pallumara dan juga masakan Kapurung di daerah Luwu dan bumbu berbagai jenis sayuran semacam urap. Tunas tanaman ini dipercaya menyembuhkan penyakit panas dalam dengan cara dipanggang / dibakar lalu dikonsumsi isinya.

Buah Kecombrang-Patikala

Honje juga dapat dimanfaatkan sebagai sabun dengan dua cara: menggosokkan langsung batang semu honje ke tubuh dan wajah atau dengan mememarkan pelepah daun honje hingga keluar busa yang harum yang dapat langsung digunakan sebagai sabun. Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit yang berhubungan dengan kulit, termasuk campak.(Ardita, Ferdi. Sabun alami. Percik Yunior edisi 6 Oktober hal. 12. ISSN 1978-5429)

Dari rimpangnya, orang-orang Sunda memperoleh bahan pewarna kuning. Pelepah daun yang menyatu menjadi batang semu, pada masa lalu juga dimanfaatkan sebagai bahan anyam-anyaman; yaitu setelah diolah melalui pengeringan dan perendaman beberapa kali selama beberapa hari. Batang semu juga merupakan bahan dasar kertas yang cukup baik.

Apakah anda salah satu penikmat kuliner dengan bahan Kecombrang? Bagi pengalaman langsung dong!

 

*Diolah dari berbagai sumber