Ini Alasan Mengapa Kangkung Dilarang di Amerika

297
tanaman kangkung, sayur kangkung
Panen tanaman kangkung tuk bikin sayur kangkung tumis.

Kebuners.com – Cukup sulit menemukan orang yang tidak suka dengan tanaman kangkung. Di Indonesia, kangkung adalah sumber kenikmatan dari meja makan, kita menyukainya dan tak sedikit yang menjadikannya sayuran favorit, termasuk saya.

Tapi di Amerika tak begitu, tanaman kangkung dianggap ilegal,untuk menanam, menjual dan membelinya perlu ijin dari Layanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Tanaman USDA (APHIS).

Jika kita menjadikannya salah satu favorit dengan olahan tumis kangkung, maka di Amrik sana menganggapnya gulma, bahkan dianggap tanaman berbahaya bagi kesehatan.

Tanaman Kangkung Dianggap Gulma

Tanaman Kangkung berada dalam daftar gulma federal yang berbahaya karena gulma yang terbentuk dari air tawar di iklim tropis.

Gulma adalah tanaman yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.

Untuk tumbuh, kangkung membutuhkan lebih banyak air daripada kebanyakan tanaman lainnya. Peningkatan irigasi ini bisa menghilangkan nutrisi yang tersedia dan mengganggu kesuburan tanaman lainnya.

Selain itu, karena kangkung tidak dikenali secara nasional sebagai tanaman pangan legal, maka tidak ada pestisida yang diberi label khusus untuk itu.

Padahal sangat penting untuk tidak menggunakan pestisida yang tidak diberi label untuk tanaman.

Kangkung Dianggap Tanaman Berbahaya

Mengacu pada website Badan Konservasi Sumber Daya Alam AS (USDA), Kamis (18/1/2018) sebagaimana dilansir dari detik. com, kangkung yang memiliki nama ilmiah Ipomoea aquatica, memang dicap sebagai tanaman berbahaya di AS. 

Di AS, kangkung dikenal dengan nama Chinese waterspinach, waterspinach, atau swamp morningglory. Mengacu pada Federal Noxious Weed List USDA, kangkung dikelompokkan sebagai daftar sayuran beracun sejak Desember 2010 silam. 

Pada tahun 2007, pemerintah daerah Texas sempat mengizinkan budidaya kangkung sebelum kemudian melarangnya juga. Meski begitu, restoran-restoran di AS tetap menggunakan kangkung sebagai bagian dari tumisan yang mereka masak.

Sumber lainnya menyatakan, kangkung dapat mengandung cacing yang menyebabkan gangguan pencernaan. Pemakannya bisa saja terkena fasciolopsiasis atau penyakit cacingan yang disebabkan oleh Fasciolopsiasis buski.

Beda alam beda pula vegetasinya, bertahun-tahun kita menjadi pemakan kangkung tapi tetap saja bahagia, bahkan dulu penulis sering mengkonsumsi kangkung yang tumbuhnya di rawa. Enak jadi tumisan.

(Sumber: detik. com)