Pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH merupakan produk PT Natural Nusantara yang dapat digunakan sebagai dekomposer pada proses pembuatan kompos, selain itu dapat juga diaplikasikan langsung sebagai agensi hayati.
Pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH merupakan produk PT Natural Nusantara yang dapat digunakan sebagai dekomposer pada proses pembuatan kompos, selain itu dapat juga diaplikasikan langsung sebagai agensi hayati.

Agen Pupuk NasaPupuk hayati dan dekomposer TANGGUH yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara (Nasa) merupakan produk lokal yang sangat baik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Manfaat pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH yaitu mempercepat perkembangan serta pertumbuhan tanaman. Hal itu karena keterlibatan berbagai mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH yang bekerja mengurai pupuk kimia agar bisa terserap secara efektif oleh tanaman.

Selain itu, produk yang juga biasanya disebut Tangguh Dekomposer dapat digunakan untuk menetralisir berbagai senyawa berbahaya untuk pertumbuhan tanaman.

Bukan hanya mengurai pupuk kimia, kandungan bakteri dalam Tangguh Dekomposer tentu saja dapat membantu proses penguraian dari bahan organik ataupun sisa pupuk kimia yang berada di tanah.

Manfaat lainnya adalah sebagai pembedah tanah, Tangguh Dekomposer dapat dengan mudah membenahi kualitas tanah sehingga tanah yang akan ditanami menjadi lebih subur.

TANGGUH-Pupuk-Hayati-dan-DekomposerKandungan mikroba dalam pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH yaitu;

  • Mikrobia merombak bahan-bahan organik.
  • Mikrobia penambat Nitrogen (N).
  • Mikrobia pelarut Phospat (P).
  • Mikrobia penghasil fitohormon.
  • Penyedia unsur – unsur essensial tanaman (makro mikro).

Cara penggunaan pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH

Dalam penggunaan pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH ternyata dibedakan antara pemakaian sebagai dekomposer dan sebagai pupuk hayati.

Penggunaan TANGGUH sebagai dekomposer yaitu sesuai dengan langkah-langkah atau petunjuk berikut ini;

  1. Siapkan bahan baku yang akan difermentasikan seperti kotoran hewan, jerami, sampah organik, seresah, dan lain-lain.
  2. Campurkan pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH sebanyak 1 liter dengan air. Tambahkan gula merah/gua pasir sebanyak ¼ kg, bisa juga menggunakan molase jika tersedia, tambahkan juga urea ¼ kg untuk mempermudah proses dekomposisi.
  3. takaran di atas dapat digunakan untuk ukuran bahan sebesar satu hingga dua ton. Jika campuran tersebut sudah siap maka bisa langsung disiram atau disemprotkan pada bahan yang akan difermentasikan secara merata.
  4. Selanjutnya tumpuk bahan baku yang telah dicampur hingga mencapai ketinggian 1 meter. Jika sudah segera tutup bahan tersebut secara rapat, usahakan untuk terhindar dari sinar matahari ataupun hujan.
  5. Lakukan pembalikan sekali dalam 5-10 hari. Usahakan agar kelembapan bahan yang sedang difermentasikan tersebut selalu terjaga, tidak kekeringan maupun terlalu basah.
  6. Setelah satu sampai tiga minggu, bahan bisa langsung digunakan. Ciri-ciri kesuksesan proses dekomposisi: meremah, suhu dingin, warna menjadi lebih gelap daripada bahan aslinya.

Penggunaan sebagai Pupuk agensi hayati

Aplikasi pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH sebagai pupuk hayati dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni pertama dengan menyiramkan cairan ke permukaan tanah dengan dosis 2 sampai 3 cc per liter air.

Cara kedua, penyemprotan pada tanaman dengan dosis 50-70 cc per tangki.

Tangguh decomposer atau tadec merupakan salah satu pilihan terbaik dalam sistem pertanian organik.
Tangguh decomposer atau tadec merupakan salah satu pilihan terbaik dalam sistem pertanian organik.

Kandungan pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH

  • Azotobacter sp        : 10 pangkat 6 cfu/
  • Aspergillus sp          : 10 pangkat 5 cfu/
  • Lactobacillus sp       : 10 pangkat 7 cfu/
  • Streptomyces sp      : 10 pangkat 6 cfu/
  • Tricoderma sp          : 10 pangkat 5 cfu/
  • Saccharomyces sp  : 10 pangkat 7 cfu/
  • Patogenisitas            : negatif

Kandungan unsur hara pupuk hayati dan dekomposer TANGGUH

N, P, K, C Organik, Zn, Cu, Mn, Co, Fe, S, Mg, Cl, Na, B, Si, Al, Na, Cl, Se, Cr, Mo, V, So4, Humat – Vulfat.