bunga pada tanaman buah rambutan. Inilah penyebab bunga bakal buah rontok
bunga pada tanaman buah rambutan. Inilah penyebab bunga bakal buah rontok

Kebuners.com – Faktor utama penyebab bunga bakal buah rontok dikarenakan kurangnya hormon pada tanaman serta ketersediaan nutrisi pada media tanam.

Faktor penyebab bunga bakal buah rontok secara rinci dapat dikategorisasikan pada beberapa faktor umum, seperti faktor biologis dan faktor fisik, serta faktor fisiologis kimiawi.

Kerontokan bunga bakal buah karena faktor biologis

Setelah proses persarian bunga pada bakal buah, seharusnya diikuti oleh proses selanjutnya yaitu terbentuknya bakal buah yang akan berkembang menjadi buah sempurna. Namun sering terjadi bakal buah rontok karena terserang hama maupun penyakit buah.

Jenis hama ini umumnya menyerang di waktu pembentukan kelopak bunga hingga pembentukan bakal buah pascapersarian bunga. Beberapa hama berupa ulat memakan bakal buah yang baru terbentuk.

Jenis hama penggerek merusak bunga bakal buah dengan menghisap cairan sel bakal buah yang baru terbentuk, serta beragam jenis kutu penghisap cairan sel yang mengeluarkan sejenis madu yang disukai oleh semut. Penggunaan pestisida dan fungisida nabati atau kimia serta umpan feromon bisa menjadi solusinya.

Kerontokan karena faktor fisik

Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab bunga bakal buah rontok pasca persarian. Dalam kondisi basah, benangsari (alat kelamin jantan pada bunga) lengket satu sama lain karena terikat oleh air, benangsari tidak bisa bertemu dan membuahi kepala putik (alat kelamin betina pada bunga).

Kegagalah berbuah bukan hanya terjadi di musim hujan saja, sebaliknya di musim kemarau, suhu panas yang ekstrim disertai dengan pengaruh kelembaban yang rendah di siang hari, juga menjadi faktor fisik penyebab kegagalan persarian.

Penggunaan plastik penutup pada kuntum bunga bisa menjadi salah satu solusi sederhana dari masalah ini.

Kerontokan karena faktor fisiologis kimiawi

Kandungan nutrisi, khususnya hara fosfat (P) dan kalium (potassium=K) yang terbatas dalam tanah atau media tanam tabulampot menjadi faktor penyebab utama kerontokan bunga dan bakal buah atau buah yang sedang mengalami proses pembesaran.

Jika kandungan kalium dalam tanah sangat terbatas, maka kerontokan buah akan menjadi lebih banyak. Kerontokan buah ini akan semakin parah jika pasokan air dari dalam tanah ke tanaman juga terbatas.

Jika kerontokan buah disebabkan oleh faktor malnutrisi kalium, maka pemberian pupuk kalium, baik dalam bentuk tunggal (Kalium Chloride, KCl) maupun dalam bentuk majemuk (Kalium nitrate, KNO3) dapat menjadi solusi untuk mengatasi kerontokan buah.

Faktor lain penyebab bunga bakal buah rontok

Selain faktor penyebab bunga bakal buah rontok sebagaimana dipaparkan di atas, pada tanaman tertentu, terdapat selisih waktu yang cukup nyata antara pemasakan benang sari (alat kelamin jantan) dan kepala putik (alat kelamin betina). Faktor kegagalan berbuah seperti ini dapat disebut sebagai faktor lain yang unik.

Artinya, benang sari masak lebih awal atau bahkan masak lebih lambat dari masaknya kepala putik. Pemberian beberapa senyawa kimia, misalnya gibberelic acid (GA3), dapat merangsang terjadinya pemasakan benangsari yang serempak dengan pemasakan kepala putik atau sebaliknya.

Sementara pada kasus tidak adanya serangga penyerbuk sehingga sulit bagi benang sari bunga untuk menyerbuki kepala putik, atau tidak adanya angin sebagai media penyerbukan, maka perlu dilakukan penyerbukan buatan dengan bantuan tenaga manusia, contoh pada tanaman panili, beberapa varietas salak, serta varitas buah naga.

 

Sumber: tabloidsahabatpetani