Manfaat talas bagi kesehatan
Talas merupakan tanaman populer penghasil umbi, salah satu sumber karbohidrat yang juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh.

Kebuners.com – Talas diperkirakan telah dibudidayakan manusia sejak masa purba, bahkan sebelum padi ditanam orang. Manfaat talas bagi kesehatan cukup penting, bagian-bagian tanaman ini dimanfaatkan dari daun talas, kulit, tangkai/batang dan umbinya.

Daun dan batang talas banyak digunakan sebagai sayur yang memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Dalam 100 gram batang talas, terdapat 20 mg fosfor, 60 mg kalsium, 400 mg karbohidrat, 100 mg serat dan mineral mineral lain.

Manfaat talas bukan hanya sebagai sumber karbohidrat saja, tapi manfaat talas juga sangat penting bagi kesehatan

Manfaat Daun Talas

Daun talas mengandung protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi. Ada juga beberapa vitamin pada daun ini yaitu vitamin A, B1, dan C.

Selain itu daun talas memiliki zat yang bernama polifenol, khasiat diantaranya : sebagai penangkal radikal bebas yang merusak fungsi sel-sel di dalam tubuh.

Radikal bebas juga masih ada kaitanya dengan faktor utama kerusakan sel yang mempercepat penuaan.

Selain itu senyawa daun talas juga memperkuat sistem kekebalan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, anti tumor, mencegah tulang keropos, menyehatkan jantung serta membantu menurunkan berat badan.

Manfaat Talas di Kulit Tangkainya

Kulit tangkai bisa digunakan untuk membalut luka. cairan kulit tangkainya yang mengandung antibiotik alami membuat luka tidak mudah terinfesksi. Sifat dingin dari kulit tangkai talas ini juga bisa menjadi kompres ringan bagi luka yang cenderung bisa mengalami pembengkakan.

Cara Pakai: Potong Tangkainya sepanjang 30 cm lalu kupas sedalam 1-2mm, lap getahnya dengan kain karena bisa menyebabkan gatal. bila sudah bersih dari getah lalu balutkan di luka. sebelumnya luka di cuci bersih dengan sabun. setelah dibalut ikat dengan rapih. hal ini bisa menjadikan penolongan pertama pada luka.

Manfaat Tangkai Talas

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bryan Alfonsius Wijaya dan rekan-rekannya dari Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi seperti tertuang di Jurnal Farmasi Pharmacon pada 2014, menunjukkan bahwa tangkai daun talas memiliki senyawa flavonoid yang bersifat anti bakteri.

Senyawa flavonoid akan bekerja membentuk senyawa kompleks yang dapat menganggu stabilitas membran sel bakteri yang memicu terjadinya infeksi pada luka.